Showing posts with label ONE THOUGHT. Show all posts
Showing posts with label ONE THOUGHT. Show all posts
Belajar dari Jepang
Semua headline maupun tagar yang tertulis "Pray for Japan" saat ini berubah menjadi "Belajar dari Jepang". Semua mata memandang dan bisa menilai bagaimana masyarakat dan pemerintah Jepang menghadapi bencana alam di negerinya. Semuanya bisa mengambil kesimpulan bagaimana mentalitas masyarakat Jepang memukau dunia, entah itu tua dan muda, mereka menghadapi semuanya dengan kepala dingin dan tidak panik.
Ada diperlihatkan satu scene, ketika gempa 9 SR itu datang dan hitungan detik mereka segera bersiap untuk mengevakuasi diri mereka bersama-sama keluar dari gedung. Membentuk satu barisan memanjang layaknya semut merangkul pundak teman di depannya disertai baskom dan helm di atas kepala mereka masing-masing. Tak ada dorong-mendorong, tak ada saling injak, sehingga semuanya keluar dengan selamat.
Adegan lain di televisi adalah ketika mereka dibagi bantuan makanan di pengungsian. Satu kata : TERTIB. Mereka antre dan menunggu giliran mereka dengan jatah yang sudah diperhitungkan. Tidak ada kejadian berebut makanan, tidak ada penjarahan, tidak ada kerusuhan.
Pada salah satu milis, saya baca ada yang bercerita, ketika gempa terjadi. Lalu lintas langsung lumpuh total. Tetapi pengendara tetap tenang menunggu gilirannya untuk memajukan kendaraannya. Tetap memperhatikan lampu lalu lintas. Dikabarkan meski lampu sudah hijau, hanya 1 mobil yang bisa melaju."Lalu lintas bagai di neraka dan sering kali hanya satu mobil dapat berjalan ketika lampu lalu lintas berubah menjadi hijau. Tapi semua begitu tenang dan mengemudi dengan aman dan memberikan jalan kepada satu sama lain," ucap salah salah satu pengendara, Arakawa.
Arakawa mengucapkan hal itu melalui akun twitter, yang lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh seorang translator bernama Aya Watanabe (@vida_es_bella). Watanabe menghimpun beberapa tweet para korban gempa yang menunjukkan ketertiban dan rasa kesetiakawanan warga Jepang.
Masih di jalan raya, seorang pengguna jalan lain mengatakan, ia mengemudi selama 10 jam untuk pulang ke rumah saat gempa menghentak pada Jumat sore, 11 Maret lalu. Lalu lintas sangat padat. Namun, ia tidak mendengar bunyi klakson sekali pun."Yang terdengar hanyalah ucapan terima kasih antara satu sama lain, karena telah diberi jalan," katanya.
Sikap tetap tertib dan tidak emosional juga terlihat di stasiun-staiun kereta api. Seperti diberitakan, ketiga gempa terjadi, jaringan KA Tokyo Metro sempat menghentikan operasinya dengan alasan keselamatan penumpang. Banyak penumpang yang terlantar di stasiun. Namun, mereka tetap menunggu dengan sabar sampai KA dapat beroperasi kembali.
Ini adalah sedikit informasi yang saya dapat dari berbagai sumber. Tetapi sudah banyak sekali memberikan contoh untuk kita semua. Semoga gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang bisa memberikan hikmah tersendiri untuk kita :)
Gambar dari sini
Curhat #1

Sweetest thing yang terjadi minggu ini, subhanallah, jazakallah suamiku :-*
Chat on YM
Suamiku (Sm) : assalamu'alaikum istriku :)
*lengang beberapa menit karena saya ada beberapa kerjaan di kantor*
Sm : halooo... Ko istriku diem aja? Leungit sugan?!
S : wa'alaikumsalam :D afwan tadi baru ngeberesin laporan bulanan, bagaimana hari-nya suamiku utk hari ini? Apakah menyenangkan?
Sm : alhamdulillah, karena sudah menikah
*deg*
Sementara chat terus berlanjut. Di sang suami gag tau kalo istrinya mukanya memerah. Alhamdulillah. Saya bersyukur jika bisa membuat suami sendiri merasa senang dan bersyukur dengan jalinan suci ini. Semoga bisa terus begini seterusnya. Amiin.
Gambarnya dari sini
HAPPY NEW YEAR 1432 H

Maybe saya belum pernah posting mengenai resolusi tahun ke depan. Resolusi tahun kemarin yang paling besar adalah, menikah. Alhamdulillah, sebelum pergantian tahun hijriah maupun masehi, sudah terlaksanakan. Selalu terngiang-ngiang di dalam hati bagaimana dengan jelas Allah menurunkan ayat tersebut, "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. 55:13).
Ayat itu senantiasa sengaja kudengungkan di dalam hati, baik itu dalam suasana senang, sulit, bersabar, berduka maupun gembira. Ya Allah, saya hanyalah makhluk-Mu yang tak pernah luput dari khilaf dan salah. Selalu disampingku ya Allah.
And now... Resolusi tahun ini, Tahun Baru, Kejutan Baru, Rencana Baru, Keberkahan Baru, alhamdulillah menapaki Kehidupan Baru. Harus menambah SYUKUR atas NIKMAT-MU ya ALLAH.
hmm... untuk mengawali tahun yang indah ini, saya akan coba sedikit memaparkan resolusi 1432 H:
1. Jadi istri sholehah, amiin.
2. Pengen sekolah lagi, yang ini liat sikon
3. Mendadak pengen belajar food photograph untuk next project :D
4. Lebih banyak gali social media, yang ini buat ini niiih hehe
5. Punya junior, yang ini cuma bisa berdoa dan berusaha, selebihnya urusan Allah :)
6. Ekspansi usaha ke bidang lain
7. Memajukan my OS, semangaaaaatt!!!
8. Naik Haji sekeluarga, amiin.
9. Kredit Rumah Idaman, mudah-mudahan tahun ini ketemu jodohnya, amiin.
10. last but not least, minimal khatam Al-Quran 3 kali dan hapal juz 30, kalo yang ini usaha teruuusss!!!
BISMILLAH!!! Hadapi Tahun Baru ini dengan semangat, kerja keras, dan optimis!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)
